Panduan Dzikrullah

Panduan Dzikrullah

Kamis, 22 Oktober 2015

Bab_9_A_Perihal Martabat Tujuh dengan singkat serba tujuh






Qalallahu ta’ala : walaqad khalaqna fauqakum sab’a tharaaiqa 9almukminun-17)

Artinya : dimana Allah sesungguhnya kami jadikan diatas kamu tujuh jalan.

Serba Tujuh :

Thoreqat muroqobah itu tujuh,  ma’rifat itu berpangkat tujuh,                                                                                                    Didalam Lathifah itu tujuh,  begitupun gerak tubuh jasmani itu pada anggauta yang tujuh,  syurga dan neraka berpangkat tujuh,
Kuncinya kalimah itu Yang kalimah tujuh, Nafi Isbat syaratnya tujuh, Langit dan bumi berlapis tujuh,

Maka nafsupun maqomnya tujuh,
1.                        Nafsul Amarah,
2.                        Nafsul-luamah,
3.                        Nafsul Mulhimah.
4.                        Nafsul Muthmainah
5.                        Nafsur-rodiyah
6.                        Nafsul Mardiyah,
7.                        Nafsul Kamilah / Nafsu ‘Ubudiyah,

Dan Ruuh itu tujuh,………………………………..

Diantara kalimat Itu ada tujuh,yakni:
1.                        La,
2.                        Ilaha
3.                        Illa
4.                        llah
5.                        Muhammad
6.                        Rasulu
7.                        llah
dan perhatikanlah bahwasanya Allah menjadikan alam ini kebanyakan berpangkat tujuh.
Bermula ahli syufiyah berpendapat bahwa yang dimaksud dengan jalan yang tujuh (sab’a tharqaiqa) aitu adalah :
1.                        Ahidiyyah :   Yaitu ‘Ibarat Dzat bakhtu yakni Dzat Allah semata-mata
2.                        Wahdah :   Shifat Allah
3.                        Wahidiyyah : Asma Allah
Maka tatkala martabat itu Qodim lagi Azali, maujud didalam ‘alamullah.
4.                        ‘Alamur-ruh.
5.                        ‘Alamul Misyal,
6.                        ‘Alamul Ajsam,
7.                         Alamul Insan,
Jadinya mengetahui tujuh bartabat itu Ialah perbedaan muhad-dats dari Qodim.
·   Zhahir dengan bathin,
·   Nafi  dengan isbat,
·   Haq dengan bathil,
Pertama-tama keterangan singkat seolah-olah : martabat Ahadiyyah.
Adapun martabat Ahadiyyah yaitu ‘ibarat----Wujud Dzat Allah---yang wajibil wujud---Alghoniy-yul Muthlaqu,---Juga Dinamakan bahwa martabat Ahadiyyah itu----Dzatullah----Ash-shirfu Walbahtu----jatinya sejati----semata-mata.
Tetkala itu semata-mata ‘Alam belum terjadi,
·   ‘Aresy, belum terjadi,
·   Langit an bumi,
·   Laut, dan arat,
·   Air,
·   Angin,
·   Api, dan tanah sekalian pun belum terjadi,
·   Loh belum tersurat,
·   Dan Qolam belum menulis,
Lagi pula martabat prtama itu dinamakan juga (lataa innu) yakni tiada kenyataan yang artinya (belum ada yang mengenal Allah) lagi tersembunyi hanya Dzat Allah saja semata-mata (yang ada) maka kesinilah isyarat dari Hadits Qudsi yang bunyinya :

 

Kuntu kanzan makhfiyyan fa-akhbabtu an’urafu fakhalaqtu muhammadin wakhalaqtu minhul asy-yaa-a
 Artinya : adalah kami pembendaharaan yang tersembunyi, maka Aku mensukai untuk dikenal (maka Aku jadikan Nur Muhammad) lalu kami jadikan daripada Nuur itu segala sesuatu, dan dalam sesuatu.
 

Bunyinya : kuntu hazinatan khafiyatan, ahbabtu an’urifu fakhalaqtul khalqa fata’araftu ilaihi fa’arafuni.
Artinya : adalah kami pembendaharaan yang tersembunyi maka kami suka agar dikenal, maka kami jadikan makhluq lalu dengan kami mereka mengenal kami.

Bahwasanya matabat Ahadiyyah itu dinamakan juga ‘alam lahut yaitu ibarat daripada Ma’rifat akan Dzat Allah yang wajibil wujud, al-ma’ani muthlaq.

Kedua : Keterangan Singkat : Martabat Wahdah.

Adapun martabat Wahdah artinya : ibarat martabat (syifatullah) yang jamal dan dinamakanlah (ta’yiinul awwal) maksudnya kenyataan yang pertama inilah martabat (syifatullah) sedangkan martabat pertama tadi (lata’yiinu) artinya : tiada kenyataan oleh karena masih tersembunyi belum dikenal oleh makhluq.
Ketiga : Ketrangan Singkat : Martabat Wahidiyyah.

Adapun martabat Wahidiyyah ibarat martabat (asma ullah) dan dinamakan (ta’yiinussani) maksudnya : kenyataan yang kedua dan juga dinamakan (‘Ayanussabitu) artinya : kenyataan yang tetap.

Maka martabat wahdah yang (kedua0 dan martabat Wahidiyyah yang (ketiga) dinamakan ‘alam jabarut yakni ibarat daripada ma’rifa akan segala (Asma) dan segala syifatnya yang (jamal).

Dengan mengetahui martabat…(Ahidiyyah)…...Hu wallahu ahad
Martabat--(Wahdah)………Allahu Lasyarikalah………
Martabat …..(Wahidiyyah)…Lailaha Illallahul Wahidul Qohar--itu mengenal yang Qodim.
·   Adapun martabat yang muhad-dats itu ada…empat……….
·   ‘Alamur-ruuh,……………………………………
·   ‘Alamul Mitsal,………………………………………
·   ‘Alamul Ajsam,………………………………………..
·   ‘Alamul Insan,……………………………………………


Bersambung ke_9_B

Tidak ada komentar:

Posting Komentar