Panduan Dzikrullah

Panduan Dzikrullah

Sabtu, 24 Oktober 2015

Bab_2_B_Pembinaan Peribadi


 Pembinaan Peribadi

Demikianlah sesuai dengan sunah Nabi SAW. Maka mendidik orang seorang itu pertama-tama dengan perbaikan Akhlaq, yaitu lebih dahulu membekali peribadi dengan shifat : Shabar–Syukur–Taubat–Radho , agar tercapai peningkatan dari Muslim biasa ketingkat Mukminin baik ketingkat Mukhsiniin lalu ketingkat Muttaqiin sampai ketingkat Muqarrobiin dan ‘Arifiin,
Seseorang baru dapat bershifat dan ber’amal shaleh yang dengan itu tentu Af’al perbuatannya Shaleh maka dia adalah seorang hamba Allah yang baik (‘Abid) dan manakala dia sudah menjadi demikian, tentu dia dianugrahi Allah dengan Ilmu yang terpancar dalam hatinya, jadilah dia seorang berilmu (‘Aliim) dengan ilmu-ilmu yang murni, sebagaimana firman Allah : 


Wainnahu ladu’ilmin limaa’alamnahu walakinna aksyaronnaasi laya’lamuun ( yusuf – 68 )
Artinya :dan sesungguhnya dia mempunyai pengetahuan karena kami (Allah) telah mengajarkan kepadanya akan tetapi(walaupun) kebanyakkan manusia tiada mengetahui. dan lagi firmannya : 

Wa’alamnahu min ladunnaa ‘ilman ( kahfi – 66 ),= Artinya : dan kami ajarkan kepadanya dari sisi kami (langsung) ilmu pengetahuan. dan lagi firmannya : 


Wayu’allimuhul kitaba walhikmata wattaurota walinjila, (al-imran – 48),= Artinya : dan Allah mengajarkan kepadanya alkitab ( ….. al-qur’an) dan ilmu hikmah (pengetahuan umum keduniaan dan keakhiratan beserta taurot dan injiil). dan lagi firmannya : 


Wattaqullaha, wayu’allimakumullahu, wallalu bukulli syaiin ‘al-baqarah – 282 ),= Artinya : dan bertakwalah kalian kepada allah, nanti Allah mengajarknn ilmu pada kalian dan Allah Maha mengetahui atas tiap-tiap sesuatu.

Sebagaimana telah kita terangkan seperti apa yang dikatakan oleh Khodimii, bahwa Thoreqat itu sebenarnya sebenarnya sudah termasuk kedalam ilmu Mukasyafah, yang membicarakan nur cahya kedalam hati pengamalannya sehingga dengan itu terbukalah baginya segala sesuatu yang (Ghoib) dari ucapan-ucapan Nabinya dan Rahasia-rahasia Tuhannya, ‘Ilmu Mukasyafah itu tidak dapat  (dipelajari) tidak ada sekolahnya tetapi dapat diperoleh dengan (Riyadhoh dan Mujahadah) ketekunan melatih diri dengan sungguh-sungguh dengan (Shabar- Shaleh–Ridho) yang merupakan pendahuluan bagi limpah petunjuk Tuhan, sesuai dengan firmannya.


Walladziina jahadu fiinaa lanahdi yannahum subulana, wainnallaha lama’al khosiniin (al-ankabut–69),= Artinya : bahwa mereka yang bersunguh-sungguh untuk mencapai (Kami) akan kami beri petunjuk kepada mereka itu akan jalan-jalan kami, dan sesungguhnyalah Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat kebajikan (Ihsan).
Maka orang-orang yang sudah sampai kepada tingkat suci bersih, setelah melalui segala ujian Mujahadah dan lalu mendapat                (Kasyfa) maka tidak mustahil sampailah dia kedalam pangkat (Waliyullah), mendapat kebenaran dan ketinggian bartabat jiwa menghampiri Nabi SA.
Walaupun mereka itu manusia-manusia seperti kita juga, tetapi mereka itu mempunyai Hati dan Ruuhani yang suci bersih daripada segala sifat yang tercela lagi selalu khudhur Hatinya serta Allah, maka dengan mudah Hatinya menerima pancaran Nur Cahya dari Ilmu yang tidak terjangkau oleh Pancaindra , sehingga beliau- beliau itu dapatlah mengerjakan pekerjaan-pkerjaan yang besar lagi Berat karena jiwanya yang besar  dengan idzin Allah, begitulah para Rasul-rasul dipakaikan oleh Allah ta’ala kepadanya dengan (Mu’jizat) dan adapun kepada para Aulia Allah dipakekan oleh Allah apa-apa yang disebut (Karomah), artinya : Tingkat kemulyaan .
 Bahwasanya sesungguhnya mencapai martabat (Waliyullah) itu dengan Iman dan Taqwa, maka tiang-tiang Taqwa itu adalah ‘amal Shaleh yang diterima oleh Allah, tiadalah kewalian Allah tampa Iman dan Taqwa.
 Pokok tangkal Iman dan Taqwa itu ialah Iman kepada para Rasulullah a.s. dan Iman kepada semua Rasul-rasul itu tercamtum didalamnya kepada Rasulullah, yang penutup ya’ni Saidina Muhammad SAW. Maka Iman kepada Nabi Muhammad SAW. Sudah mencakup pula kepada Kitab-kitab Allah dan utusan-utusan adapun manusia dalam hal Iman dan Taqwa ada lebih kurangnya, maka para waliyullah pun juga ada lebih kurang kewaliannya menurut qadar Iman dan Taqwa.
Ada dikalangan manusia yang beriman kepada Rasulullah SAW. Itu secara umum serta menyeluruh, tetapi ada juga yang beriman yang menyangkut secara terperinci, yaitu secara umum menyeluruh dia berpokok Yaqiin kepada apa yang datang kepada para Rasul itu adalah dari Allah, bahwasanya dengan Taqwanya itu dan inilah Maqomnya Waliyullah, bahwasanya para waliyllah itu
tidak berbeda dengan manusia banyak dalam hal berpakaian, berumah tangga, makan minum dan hal-hal zhohiriyah yang diperbolehkan Agama, tetapi berbeda dengan Rasulullah SAW. Maka waliyullah itu tidak mesti ma’shum (terpelihara dari segala dosa), boleh jadi sekali , ada salah atau

keliru , bahkan mungkin saja waliyullah itu sampai dari sebagian ilmu Syare’at dan boleh jadi pula sebagian salah-salah fiqih aysyare’ati karena lebih mempertuhankannya pada urusan-urusan itu
pada bagian perintah allah atau larangan Allah terpuji atau tercela. Firman Allah ta’ala :


Alaa inna auliallahi lakhaufa ‘alaihim walahum yahzanuun,alladzina amanuu wakanuu yattaquun, lahumuilbutsroo fiilhayatiddunya wafiil akhiroti, latasdiila likalimatillahi,dzalika huwalfauzul’azhiim ( yunus – 63 – 64 ).= Artinya : ingatlah, sesungguhnya wali-wali allah itu  tidak ada kehawatiran (Takut) terhadap mereka dan tiada pula mereka berkecil hati ( …….) yaitu mereka adalah orang-orang yang beriman dan selalu bertaqwa, bagi mereka dianugrahkan berita-berita gembira didalam kehidupan didunia dan di dalam kehidupan akhirat, tiadalah perubahan bagi kalimat-kalimat (Janji) Allah, yang demikian itu adalah kemenangan yang besar.

Dapatlah diketahui bahwa dunianya para waliyullah itu sebagai berikut ;
Pertama : Rijalullah – dzatul mushthofa : saidina Rasulullah Muhammad bin ‘abdullah SAW.
1. Pengganti rijalullah, yaitu wali qutub namanya, ada ………… 1
Yaitulah Nabiyullah Khidhir ismu balyan bin Malkan  a.s .
Yaitu penghulunya sekalian para waliyullah
2. wazairun daripada wali quthub adalah wali (Amaman) namanya ada …………………… 3
satu : dikanan dan satu dikiri, apabila Amaman yang dikanan itu kosong, maka bergeser wali Amaman yang dikiri.
Menempati kekosongan yang dikanan menggantikan wali Amaman yang dikanan itu, sedangkan kekosongan wali Amaman yang dikiri dicukupi oleh penggantinya dari …
3. Wali Autad namanya ada …………… 4
seorang dimasyriq, seorang dimaghrib, seorang disyam.
Seorang diyaman, bahwasanya wali Autad ini dapat bergeser,
Antara Masyrik dan Maghrib hanya waktu (7.menit  15 detik ).
Maka para wali Autad ini adalah pekerjaannya menjalankan tugas yang paling berat, dan manakala ada kekosongan salaseorang dari pada wali Autad yang (4) ini maka dicukupilah oleh pengganti dari ……………………………..
4.      Wali Abdal namanya ada …………………….40
Dan manakala ada kekosongan salaseorang daripadanya, maka dicukupi dengan penggantinya dari
5.      Wali Akhyar namanya ada ……………………..70
Disebut juga wali nujabau yang manakala ada kekosongan salaseorang  dari padanya , maka dicukupi  dengan penggantinya dari
6.      Wali Nuqobau namanya ada ………………….300
Dan manakala ada kekosongan salasatu dari padanya, maka dicukupi dengan penggantinya dari
7.      Wali’Ashoib namanya ada… 500 ….jumlah . 917…..
‘Ashoib disebut juga (Almufariduun), yaitu mereka min ahli Thoreqat yang dengan bersungguh-sungguh menjalankan tugas dari pada pemimpin(shekh almursyid) untuk menjalankan  Dzikrullah) daripada sekalian Lathoif dengan memenuhi segala syarat-syaratnya peraturan-peraturannya, adab-adabnya meliputi ‘Ilmiyahnya maupun ‘amaliyahnya ,telah berkata Rasulullah SAW.

Asy-syaikhu fii qaumihi kannabiyyu fii ummatihi,= Artinya : bermula seorang syekh pada qaumnya (pemimpin dengan pengikutnya) adalah seperti Nabi pada Umatnya. Firman Allah ta’ala : 

Allahu waliyulladziina amanuu yuhzijuhum min zhulumati ilannuur, walladziina kafaruu waauliuhumuththoghutu yuhrijunahum minannuuri ilazh-zhulumati, ulaaika ashhabunnari hum fiha kholiduun (albaqarah-257),= Artinya : Allah itulah wali pemimpin orang-orang yang mukmin, Allah mengeluarkan mereka itu dikegelapan dikekafiran kepada cahya Iman, sedangkan orang – orang kafir itu para walinya
(pemimpinnya) adalah Syetan (Thoghuta) yang mengeluarkan mereka dari cahya terang kepada kegelapankekafiran, mereka itulah penghuni neraka, kekal mereka didalamnya []. …………

.Rahmat Mulyadi
Taman Bima Permai Blok A 11 Cirebon Jabar

Tidak ada komentar:

Posting Komentar